Portal mistik, mengenal dunia mistk, benda antik, mistik dan gaib,Mustika Bertuah , Pusaka , Benda Bertuah , Azimat sakti, Batu Bertuah, pengasihan , Pemaharan , Batu Mustika Asli dan Khasiat, Antik, Mistik, Ghaib, Ampuh, Khodam, Batu Mustika, , Perjudian, , Pengeretan, Kewibawaan, Kerejekian, Pelarisan, Aura, Pemagaran, Tolak Balak, Popularitas, Mustika Mancing,Mustika Merah delima Asli, Ketentraman Asmara, Portal Mistik, Pintu Gerbang mengenal dunia mistik, Sajian mengenal ragam dunia, artikel dan berbagai pusaka, azimat, benda betuah, benda antik, benda mistik bertuah

MUSTIKA-MUSTIKA BERTUAH

Baca Lengkap

MUSTIKA-MUSTIKA BERTUAH

Puasa Pati Geni

Dalam mansyarakat jawa puasa ini tidak asing dikalangan komunitas tertentu yaitu pusaka tidak makan dan minum 24 jam dan ada bebarapa syarat dan tatacara yang terkadang berbeda sesuai disiplin keilmuan masing-masing.
waktu itu ketika saya melakukan puasa pati geni saya diminta oleh sang guru melalukan perjalan napak tilas di Rogo Selo daerah Pekalongan. dengan tidak tidur saya berjalan kaki dari pesisir utara hingga Rogo selo. Rogo selo terletak di bagian selatan kota Pekalongan, tepatnya di kabupaten pekalongan. dengan legendanya Wali agung Rogo selo, cerita tentang Kiatas angin dan baron sekeber yang membawa lari istri ki atas angin dan menjadi batu disakan baca kisa "Ki ageng rogo selo ".
Setelah saya melakukan ritual pati geni disana banyak sekali mustika yang datang yang sampai sekarang saya simpan. diataranya :
Mustika Pandan sari
Musitka Singa Ludra
Keberadaan benda pusaka baik mustika, wesiaji pusaka, keris pusaka, kujang pusaka, pedang pusaka, wedung, trisula, tombak pusaka, pada dasarnya adalah karunia Sang Maha Pencipta sendiri melalui Sang Empu atau orang-orang yang terpilih dibidangnya dari do'a yang tulus yang terpanjat kepada-Nya.
Oleh karenanya kita dalam merawatnya tidak diperbolehkan untuk menyombongkan diri atau menggantungkan diri pada pusaka-pusaka tersebut. pusaka-pusaka yang ada memiliki filosofi yang luhur sebagai ageman, piandel pusaka yang memberi pelajaran hidup, tentang sejarah dan karya. sedangkan energi yang tertuang merupakan berkah tersendiri melalui do'a- do'a yang terpanjat tulus kepada Yang Maha Kuasa, yang menguasai segala sesuatu tanpa batas.
Mahar Pusaka kontak kami :
pemaharan pusaka, pemaharran benda mistik, pemaharan benda antik, benda antik mistik, cerita mistik, cerita misteri, kumpulan artikel mistik, kumpulan artikel misteri, pusaka mistik, pusaka misteri, misteri pusaka, tuah benda ghaib, pusaka-pusaka ghaib, cerita pusaka bertuah, antik mistik, kumpulan benda antik, kumpulan benda pusaka, pusaka sakti, pusaka bertuah, pusaka keramat, keramat pusaka, kumpulan mahabbah, pusaka wesiaji,
cara Pesan Pusaka  Format pesan ketik :
NAMA LENGKAP / ALAMAT LENGKAP / KODE PUSAKA/ MAHAR PUSAKA
CONTOH :
AHMAD SUDIANTO / DESA TAMBAK LELE RT.1 RW.2 NO.12 JAKARTA PUSAT / PORTAL.109 / MUSTIKA BERTUAH / 789.000

CERITA MISTIK PANTAI UTARA

Baca Lengkap

MITOS DEWI LANJAR - PANTAI UTARA PEKALONGAN

Mitos cerita-cerita mistik banyak tersebar di bumi nusantara ini diantaranya di kota Pekalongan, Pantai Utara "Slamaran" tidak kalang melegenda dengan Pantai Laut selatan dengan Nyai roro Kidul.
Sosok dewi lanjar dalam pandangan masyarakat umum di kota Pekalongan diyakini sebagai sosok Ratu Penguasa Pantai utara, yang mana setiap kejadian yang tidak wajar di pantai itu seperti orang hilang, tenggelam dilaut dan sebagainya sering dikaitkan dengan sosok Dewi Lanjar.

Dimasa yang silam Pekalongan terdapat sebuah kadipaten yang merupakan wilayah Kasultanan Mataram. Kadipaten ini dipimpin oleh seorang adipati yang pertama memerintah di Kadipaten Pekalongan. Adipati itu memerintah dengan arif dan bijaksana sehingga sangat dicintai oleh rakyatnya.
Tersebutlah seorang gadis berparas cantik jelita bernama Siti Khatijah, puteri dari Sang Adipati Pekalongan. Karena kecantikannya yang telah tersohor, banyak pemuda yang tertarik untuk meminangnya. Sang Adipati pun bertindak cepat dengan berusaha menjodohkan puteri kesayangannya dengan pangeran pilihan Sang Adipati. Siti Khatijahdipaksa menuruti kehendak Sang Ayah walaupun dia tidak menyukai perjodohannya. Siti Kahdijah sebagai seorang anak yang berbakti berusaha tegar menghadapi perjodohan hingga tibalah saat dimana pesta pernikahan dilangsungkan. Tetapi hati Siti Khatijah tidak bisa dibohongi, ia tidak bisa menerima pilihan Sang Ayah sehingga akhirnya memilih pergi meninggalkan istana. Dalam kebimbangannya Siti Khatijah berjalan menuju utara hingga sampailah dia di sebuah pantai yang sekarang bernama Pantai Slamaran.

Di tepi Pantai Slamaran, Siti Khatijah terus berjalan dengan tetap memakai baju pengantinnya. Tanpa disadari Siti Khatijah, ada seorang nelayan yang melihatnya hingga nelayan tersebut hanya tercengang ketika Siti Khatijah berjalan di atas lautan tanpa tenggelam hingga menuju tengah lautan. Berita menghebohkan inipun sampailah di telinga Sang Adipati. Sang Adipati segera memerintahkan pasukannya untuk mencari puterinya sampai ditemukan. Akan tetapi, pencarian selama tiga hari tiga malam itu tidak membuahkan hasil. Sang Adipati yang terlanjur malu atas kaburnya Siti Khatijah dalam pesta pernikahannya pun memutuskan mengumumkan bahwa Siti Khatijah telah meninggal. Sesuai tradisi Islam, Sang Adipati memerintahkan mengadakan tahlilan untuk mendoakan Siti Khatijah yang telah meninggal. Pada malam ke-7 tahlilan, Siti Khatijah mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan bahwa dia tidak meninggal tetapi masih hidup di alam gaib.

Siti Khatijah yang mendatangi istana Kadipaten Pekalongan dan berpesan kepada seluruh keluarganya agar rakyat sekitar Kadipaten Pekalongan yang mengalami kesulitan dalam kehidupan untuk dibantunya apabila mau menemuinya. Akan tetapi, Siti Khadijah melarang rakyat Kadipaten Pekalongan untuk meminta kepadanya dengan alasan rakyatnya telah menikmati segala nikmat duniawi dengan melimpahnya hasil bumi masyarakatnya. Mendengar kabar bangkitnya Siti Khadijah dengan kesaktian yang dapat mengabulkan keinginan seseorang, rakyat Pekalongan banyak yang mempercayai bahwa sosok Siti Khadijah merupakan makhluk gaib yang sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan Dewi Lanjar. Rakyat Pekalongan menyebut Siti Khadijah dengan sebutan Dewi Lanjar karena dalam bahasa Pekalongan Lanjar berarti seorang gadis yang menikah tetapi belum sempat berhubungan badan dengan suaminya.

Pesugiah Dewi Lanjar Penguasa pantai utara
ternyata lengedanya tentang pesugihan pantai utara lebih kental ketimbang sejarahnya, ini terbukti banyak cerita yang tidak sejalan dengan nalar.
Kami sering kedatangan tamu dari luar kota bahkan luar jawa.
belum lama Saya Kedatangan tamu dari Kota Jakarta dan Lampung, berbeda kota yang memiliki tujuan yang sama yaitu meminta Pesugihan Penguasa Pantai Utara ini. Sebelumnya dia bercerita tentang usahanya dibidang Kontraktor yang mengalami kebangkrutan yang menanggung hutang ratusan juta di bank, pikiran yang kalut sering kali membuat orang nekad dan mau melakukan apapun hingga mengorbankan keluarga bahkan dirinya sendiri, seolah tak ada resiko yang lebih besar bagi dirinya ketimbang harus menanggung malu karena aset yang disita dan penjara. sungguh ironis bagi saya, akan tetapi saya mencoba memahami dari satu persatu cerita yang disampaikan yang pada intinya masalah mereka sangat berat bagi mereka untuk bisa mencari jalan keluarnya. Naudzubillah mindzalik.
Berkat Rahmat dan kuasa Sang Maha Pencipta, saya mencoba mencari jalan keluar dari setiap permasalahan orang-orang ini tanpa harus bentindak lebih jauh lagi.
Saya Berkeyakinan tak ada masalah tanpa jalan keluar, Seperti Malam yang gelap Tuhan pun menghadirkan bintang sebagai pelita dan bulan sebagai penerang, Malam pun pasti dan pasti akan berganti siang yang terang. maka janganlah pernah berputus asa dalam menghadapi setiap masalah yang ada. InsayaAllah Tuhan Yang Maha Pemberi, Pemurah dan Penyayang Pasti adanya.
Dengan Sedikit ritual saya katakan kepada mereka bahwa Sang Dewi Lanjar tidak berkenan memberikan pesugihan dengan tumbal apapun, karena memang hal itu tidak biasa dilakukan.
Alhamdulillah dengan pencerahan yang kami berikan, penjernihan pikiran dan bathin, dan ritual Memohon Kepada Sang Maha Kuasa, kami diberikan rahmatnya petunjuk untuk memulai kehidupan yang baru dan jalan keluar dari permasalah yang dihadapi.
selang +  1 tahun, kami mendapat kabar baik, orang ini telah memulai bisnis yang baru dan berangsur dapat melunasi semua hutang-hutangnya tidak lebih dari satu tahun, al-hamdulillah Puji Syukur Kami Panjatkan karena semua yang terjadi hanyalah berkat Kasih Sayang Sang Maha Pencipta.

Pusaka-Pusaka Hanya Sebagai sarana

Pusaka merupakan warisan budaya bangsa ini, Sebagai seni tinggi seperti tosanaji sering dikaitkan sebagai wadah para perewangan, jin dan sejenisnya. Sesungguhnya Pusaka Tosan aji, Wesi aji ataupun yang lainnya bagi kami yang telah mendalaminya, berfungsi sebagai piandel, gaman atau ageman atau pegangan yang dimana dalam sebuah pusaka itu memiliki filosofi hidup sesuai dengan bentuk yang disebut dhapur dan doa yang tertuang dari sang pembuat pusaka yang dipanjatkan melalui ritual khusus dengan tulus.
dimana Energi yang muncul dari pusaka merupakan berkah yang berasal dari Sang Maha Kuasa sendiri sebagai wujud sebuah do'a yang terpanjatkan,
Angsar Pusaka atau nuansa mistik dari sebuah pusaka, tosan aji, wesi aji, azimat dan sejenisnya ini dapat mensugesti atau mempengaruhi sang pemilik sesuai dengan keyakinan tentang pusaka tersebuat.
Semisal ketika sang empu membuat sebilah pusaka keris Lurus ber pamor Wosh wutah berdapur brojol bisa di maknakan sang empu berpesan bahwa dhaur lurus menceperminkan sikap yang tegas, nilai spiritual jalan yang harus ditempuh brojol bermakna kelahiran, atau kelurnya sang bayi yaitu keluarnya berkah, amanah, kehidupan baru dan seterusnya pamor wosh wutah atau beras wutah yang melambangkan kemakmuran pangan yang melimpah, dari sini sudah bisa di baca maksud sang empu dalam pembuatan pusakany yaitu do'a yang tertuang didalamnya sebagai pusaka kemakmuran, kerejekian dan lurusnya jalan spiritual yang harus ditempuh.
dan masih banyak pemahaman tentang ini yang tidak bisa saya sampaikan dalam satu posting.

Sajian Portalmistik.com

Keberadaan benda pusaka baik mustika, wesiaji pusaka, keris pusaka, kujang pusaka, pedang pusaka, wedung, trisula, tombak pusaka, pada dasarnya adalah karunia Sang Maha Pencipta sendiri melalui Sang Empu atau orang-orang yang terpilih dibidangnya dari do'a yang tulus yang terpanjat kepada-Nya.
Oleh karenanya kita dalam merawatnya tidak diperbolehkan untuk menyombongkan diri atau menggantungkan diri pada pusaka-pusaka tersebut. pusaka-pusaka yang ada memiliki filosofi yang luhur sebagai ageman, piandel pusaka yang memberi pelajaran hidup, tentang sejarah dan karya. sedangkan energi yang tertuang merupakan berkah tersendiri melalui do'a- do'a yang terpanjat tuluk kepada Yang Maha Kuasa, yang menguasai segala sesuatu tanpa batas.
Mahar Pusaka kontak kami :
pemaharan pusaka, pemaharran benda mistik, pemaharan benda antik, benda antik mistik, cerita mistik, cerita misteri, kumpulan artikel mistik, kumpulan artikel misteri, pusaka mistik, pusaka misteri, misteri pusaka, tuah benda ghaib, pusaka-pusaka ghaib, cerita pusaka bertuah, antik mistik, kumpulan benda antik, kumpulan benda pusaka, pusaka sakti, pusaka bertuah, pusaka keramat, keramat pusaka, kumpulan mahabbah, pusaka wesiaji,

PERJALANAN MISTIS SANG SPIRITUALIS

Baca Lengkap

Perjalanan mistik sang Spiritualis

Perjalanan spiritual yang dilakukan team kami di Portalmistik.com pada daerah daerah yang terkenal mstis dinusantara ini telah banyak dan sering kita lakukan.
wisik ghaib,/bisikan ghaib sering kali terdengar yang membuat kami penasaran untuk berkunjung di suatu daerah tertentu.
didalam meditasi saya wisik ghaib datang dan meminta saya untuk datang kesebuah daerah yang bernama Pringgondani tawang mangu karanganyar solo. sungguh tempat yang sejuk, indah, dan kental dengan nuansa mistis.

Pertemuan dengan Sang Ghaib.

ditengah perjalanan yang mendaki dan disiang hari pula suatu hal yang tak wajar menghinggapi perasaan saya, rasa kantuk yang menyerang saya yang begitu hebat di siang hari dan ditengah keindahan panorama Pringgondani adalah hal yang kurang wajar bagi saya.
kemudian saya berserta team memutuskan untuk mencari tempat yang agak teduh, saya pun mulai mempersiapkan diri, dengan posisi duduk bersilah saya mengatur nafas lembut dan semakin lembut mencoba meditasi untuk menghilangkan lelah dan rasa-rasa yang menyerang saat itu.
tiba tiba daerah itu telah berubah menjadi sebuah perkampungan yang damai, penduduk yang sangat ramah tapi tak peduli. seolah semua beraktifitas diri tidak memperdulikan orang lian, tidak ada pertengkaran, semua terlihat damai dan masing-masing. saya melihat ada orang tua yang duduk sedari tadi dengan terus memperhatikan saya tanpa bicara. lalu saya putuskan untuk menghampirinya sebelum sempat saya berkata beliau telah mengatakan sesuatu pada saya " Manungso kang ngaweruhi manungsone bakal ngerti sopo ingsung, hai siro kang kawujud jalmo ojo siro tumindak olo bendu lakumu nggowo sengkolo mongko ngertio siro tansah nggegem ageman kang aweh pinuntun lan pitutur anggone bekal lakumu nuju papan tanpo kiblat"
kurang lebih artinya " Manusia yang mengerti manusianya bakal tahu siapa aku, hai kamu yang berwujud jangan kamu bertindak nista balasan tindakanmu memabawa sengkala{keburukan} maka ketahuilah olehmu untuk selelau memegang erat pegangan yang senantiasa menuntuk dan memberi petunjuk sebagai perjalanan menuju tempat tiada arah"
kemudian saya diam mencoba merenungi perkataannya "salamakumullah eyang" ucap saya dan saya pun bertanya siapakah eyang ini ?. orang tua itu hanya tersenyum sambil menunjuk diri saya tepat di ulu hati saya. lamat-lamat eyangpun lenyap dan sangat berlahan sehingga saya masih lehiat dirinya seperti bayangan yang tembus pandang dan sebelum eyang benar benar menghilang saya masih mendengar berkataannya "Cokro".
Saya membuka mata saya, rasa kantuk, lelah semuanya ikut lenyap semangat baru serasa muncul dalam diri saya, tiba-tida tangan kanan saya bergerak seperti ada magnit yang menarik lembut ditangan saya menuntun saya ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat duduk saya ada tali kain kafan yang masih baru dibawah pohon yang sebagian terpendam ditanah.
yang membuah saya penasaran kain itu telihat baru, putih dan bersih lalu saya dekati dan menariknya keluar dari tanah ternyata ada sebuah bungkusan didalamnya beberapa wesi aji dan mustika menjadi satu dalam wadah.
semula saya ragu untuk mengambilnya, tapi saya teringat kata "nggegem ageman" dan sekilas eyang coko saya menyebutnya muncul dalam benak saya sambil tersenyum seolah mempersilahkan untuk membawanya dan pada akhirnya saya membawanya.

KODE :PORTAL.105
JIMAT WESI AJI GODO ROUJAK POLO
Panjang bilah : 5 cm
Panjang Seluruh : 8,5 cm
Tuah Mistik Pusaka : Baca selanjutnya di jimat Godo Rujak Polo



KODE : PORTAL.106
TOMBAK PUSAKA MENUR KEMBANG SURUH
Panjang Seluruh : 8,4 cm
Tuah Pusaka : Baca selengkapnya di Link tersedia


KODE : PORTAL.107
MENUR PUSAKA CIPIR UNGGUL PAYUNG
Panjang bilah : 4 cm
Panjang Seluruh : 8 cm
Tuah Pusaka : Baca di link tersedia

portalmistik.com adalah situs gerbang mistik yang akan menyikap tabir mistik, meyajikan pusaka-pusaka warisan budaya leluhur peninggalan sejarah bangsa ini.
mustika bertuah dan wawasan keilmuan jawa insyaAllah tersaji di website ini dan akan memperkaya wawasan kita semua tentang pusaka, mustika, dan spiritualnya

TOMBAK-TOMBAK TERKENAL

Baca Lengkap

Tombak-Tombak Terkenal


TOMBAK KANJENG KYAI AGENG PLERED
TOMBAK Kanjeng Kyai Ageng Plered sering kali terlibat dalam peperangan. Kisah berikut adalah beberapa di antaranya.
Raden Patah adalah putra Brawijaya dengan putri China. Sang putri kemudian dihadiahkan kepada Adipati arya Damar di palembang. Adipati arya Damar pun kemudian mempunyai putra dengan sang putri China yang bernama Raden Timbal. Jadi, Raden Patah dan Raden Timbal adalah saudra seibu.
Di kemudian hari Raden Patah menjadi Adipati Natapraja di Bintara yang beragama islam. Salah seorang senopati Bintara adalah Ki Ageng Selo yang bersenjatakan Tombak Kanjeng Kyai Ageng Plered. Sementara itu Raden Timbal menjadi Adipati Terung dan merupakan Senopati kerajaan Majapahit.
Pertempuran antara Bintara dan Majapahit diakhiri dengan bergabungnya Adipati Terung dengan Bintara. Dan mereka mendapat hadiah Bang Welan.
Tombak Kanjeng Kyai Ageng Plered juga terlibat dalam peperangan antara Ngabehi Loring Pasar dan Arya Penangsang. Saat itu Pasukan Pajang berada di bawah Ki Pemanahan, Ki Penjawi, dan Ngabehi Loring Pasar. Mereka berhenti di sebelah barat Bengawan Sore atau Bengawan Lanang. Mereka menangkap seorang tukang rumput Adipati Jipang. Adipati itu tak lain adalah Arya Penangsang. Telinga tukang rumput itu dipotong dan disuruh mengantar surat tantangan untuk berperang. Arya Penangsang sedang makan ketika Patih Mentahun menghadap dan memberikan surat yang diantar tukang rumput. Amarah Arya Penangsang meledak setelah membaca surat itu dan langsung meloncat ke atas kuda jantannya, yaitu si Gagak Rimang dan berlari menuju ke Bengawan Sore. sementara itu Ngabehi Loring Pasar telah menunggu Arya Penangsang. Ia membawa tombak Kanjeng Kyai Ageng Plered dan berkuda betina. Melihat kuda betina, Gagak Rimang menjadi tak terkendali dan langsung menyeberangi sungai. Sementara Ngabehi Loring Pasar sudah turun dari kudanya dan siap menyerang. Begitu ada kesempatan ia menyerang Arya Penangsang dan tombaknya dan kena tepat di perut Arya Penangsang hingga ususnya terburai keluar. Arya Penangsang menjadi semakin geram dan dicabutnya keris pusaka Kyai Setan Kober, tapi ususnya yang tergerai keluar terputus oleh kerisnya sendiri. Arya Penangsang mati seketika.
Tombak Kanjeng kyai Ageng Plered juga muncul dalam pemberontakan Kadipaten Pasuruan. Ketika Panembahan Senopati menyamar sebagai Lurah Tamtama, ia pernah memukul kaki Renggo kaninten menjadi lumpuh mendadak. Melihat kesaktian Tombak tersebut, Bupati Pasuruan langsung menyerah kalah.
Dalam pertempuran di alun-alun Kartasura, Untung Surapati dibantu oleh Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Puger. Mereka berhasil membunuh Kapten Tack yang berbaju besi dengan menggunakan tombak Kanjeng Kyai Ageng Plered.

TOMBAK KANJENG KYAI WIJAYAKUSUMA

TOMBAK Kanjeng Kyai Wijayakusuma merupakan tombak pusaka turun-temurun dari raja dan tombak tersebut juga merupakan tanda bukti sebagai raja yang berkuasa. Asal-usul Tombak Kanjeng Kyai Wijayakusuma adalah tombak pusaka Panembahan Senopati yang dibuat oleh delapan orang empu yang tersohor pada waktu itu. Dapur tombak tersebut adalah Sekar Wijayakusuma, dibuat berlapis emas dengan pamor Segara Mambeg atau di sebut juga Pamor Tumpuk.
Setiap raja jawa keturunan Panembahan Senopati setelah upacara penobatan akan pergi mencari Sekar Wijayakusuma yang hanya tumbuh di Pulau Bandung di Samudra Selatan. Tak lain tujuannya adalah untuk melengkapi persyaratan sebagai raja dan agar dapat memerintah dengan bijaksana dan berwibawa. Sekar Wijayakusuma hanya mekar pada saat-saat tertentu dan hanya mekar satu kali pada tengah malam. Ketika mekar, Sekar Wijayakusuma tidak dapat dibedakan batang dan daunnya, dan bunganya tumbuh langsung pada lekukan daun.
Sang raja akan memohon petunjuk Tuhan untuk menentukan siapa yang akan diutus mencari Sekar Wijayakusuma dan menetukan hari baik untuk mulai melaksanakan pencarian. Utusan sang raja berjumlah delapan orang. Setelah kedelapan utusan disucikan dengan laku tapa brata, pada hari yang telah ditentukan mereka akan berjalan menuju arah selatan sampai ke laut selatan. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berlayar menuju pulau Bandung.
Kedelapan utusan akan terus mencari Sekar Wijayakusuma dan tidak akan kembali sebelum mendapatkannya. Bila berhasil, Sekar Wijayakusuma dibawa ke kerajaan dan dipersembahkan kepada raja sebagai lambang keberhasilan. Dalam bahasa Sansekerta, Sekar Wijayakusuma berarti kemenangan dan kemuliaan.
Selanjutnya Sekar Wijayakusuma disimpan dalam ruang pusaka di mana Tombak Kanjeng Kyai Wijayakusuma juga tersimpan. Tombak Kanjeng Kyai Wijayakusuma selalu mengeluarkan daya saktinya, tidak hanya dalam keadaan berbahaya atau terpaksa. Tombak tersebut selalu menumpuk kebaikan dan memancarkan kemuliaan.
Konon Sekar Wijayakusuma merupakan pusaka dari Sri Kresna yang berkhasiat untuk menghidupkan orang yang mati sebelum takdirnya. Seusai menyelesaikan tugas di Mayapada dan kembali ke asalnya secara moksa, Sri Kresna mewariskan Sekar Wijayakusuma kepada raja karena bunga itu masih dibutuhkan di Mayapada. Tujuan Sri Kresna adalah agar raja menyimpan bunga itu, agar para raja dapat memerintah dengan bijaksana dan mulia. Selanjutnya Sekar Wijayakusuma dilambangkan dengan tombak pusaka dapur Sekar Wijayakusuma dengan pamor Segara Mambeg.
        


NAMA-NAMA RICIKAN RANGKA TOMBAK

Baca Lengkap

Nama-Nama Ricikan Rangka Tombak

BERIKUT ini adalah nama-nama ricikan rangka tombak :
  • Rangka, yaitu tutup tombak yang biasanya terbuat dari kayu yang dilubangi sehingga trep atau pas dengan bilah tombaknya. Ada juga rangka yang terbuat dari dua kayu yang dilekatkan, yang disebut rangka tangkepan.
  • Kuncup, yaitu hiasan pada bagian ujung rangka yang bentuknya segi empat atau bulat yang menyerupai kuncup bunga.
  • Awak-awak, yaitu badan rangka itu sendiri yang bentuknya ramping memanjang.
  • Ulo-ulo atau gigir, yaitu bagian pada tengah-tengah awak-awk yang dapat berupa garis meninggi atau lengkungan yang meninggi atau menebal. 
  • Leng, yaitu lubang pada rangka sebagai tempat bilah tombak.
  • Tampingan, yaitu bagian samping rangka sebelah bawah kelanjutan dari kedua ujung leng.
  • Lambe, yaitu bagian permukaan sekitar leng yang merupakan bibir.
  • Kantil, yaitu hiasan warna-warni yang terbuat dari benang yang bentuknya menyerupai bunga kantil dan diikatkan pada bagian rangka di bawah kuncup.
  • Gombyok, yaitu hiasan persis seperti kantil yang diikatkan pada ponthang.
  • Ponthang, yaitu hiasan yang terbuat dari logam yang melilit rangka bagian bawah tepat di atas tampingan yang juga berfungsi sebagia penguat rangka.
  • Singkep, yaitu kain penutup rangka yang biasanya terbuat dari kain sutra atau beludru.




METHUK TOMBAK

Baca Lengkap

METHUK TOMBAK

METHUK adalah bagian dari tombak yang menyerupai cincin yang terdapat di antara pesi dan bilah. Dilihat dar terbentuknya, menthuk dapat dibedakan menjadi :

  • Menthuk iras, yaitu methuk yang terbentuk menjadi satu kesatuan tombak [bilah, methuk, dan pesi] yang utuh dari satu bahan yang tidak terpisahkan.
  • Methuk rabi, yaitu methuk yang merupakan bagian tersendiri dan terpisah. Methuk ini menyerupai cincin yang dimasukkan pada pesi hingga terletak di bawah bilah tombak.

Dari jumlahya methuk pada sebilah tombak dapat dibedakan menjadi :

  • Methuk tunggal, yaitu pada sebilah tombak terdapat satu methuk yang besarnya sebanding antara tinggi dan lebarnya.
  • Methuk susun, yaitu pada sebilah tombak terdapat satu methuk yang tinggi dan seolah-olah bersusun lebih dari satu methuk sehingga tingi methuk merupakan kelipatn dari lebarnya.
Bentuk methuk tunggal dapat dianggap sebagai :
  • Methuk tinggi apabila tingginya melebihi lebarnya
  • Methuk sedang apabila tingginya sama atau sebanding dengan lebarnya
  • Methuk rendah apabila tingginya kurang dari lebarnya
Ditinjau dari macamnya methuk dapat dibagi menjadi :
  • Methuk tretes, yaitu methuk yang tertatahkan intan berlian dan/ atau baru mulia, biasanya berupa mirah, safir, dan jamrud, serta pengikatnya terbuat dari emas atau perak
  • Methuk kinatah, yaitu methuk ang berhiaskan emas yang biasanya dengan bentuk hiasan bunga atau daun dan emasnya relatif lebih tebal
  • Methuk srasah, yaitu methuk yang berlapiskan emas yang digrafir sangat indah dengan emas relatif tipis
  • Methuk sekar, yaitu methuk yang mengandung pamor sesuai dengan bilah tombaknya
  • Methuk wulung, yaitu methuk yang berwarna hitam polos
         Selain itu methuk juga dapat dibagi menurut penampangnya, yaitu methuk berpenampang bulat, methuk berpenampang oval, methuk berpenampang segi empat, dan methuk berpenampang tidak beraturan.

PAMOR-PAMOR TOSANAJI

Baca Lengkap

Pamor-Pamor Tosan Aji

Kata Pamor berasal dari kata amor atau wor yang berarti campur atau bercampurnya beberapa unsur logam.
Jadi pamor adalah lukisan pada tosanaji yang terjadi dari bercampurnya beberapa unsur logam yang terbentuk dengan seni tempa.
Lukisan Pamor pada dasrnya berbentuk :
Pamor bulat, yaiut puser, udan mas, bonang serenteng, telega mambeg, sumur sanga, melati rinonce, bungkul, dll

  • Pamor Garis, yaitu tumpuk, sada lanang atau sada sakler, lawe satukel, ujung gunung, junjung drajat, wengkon, teja kinurung, ujung gunung, junjung drajad, wengkon, teja kinurung, pancuran mas, raja abala raja, striya pinayungan, segara mambeg, lintang kemukus, dan lain-lain.
  • Pamor tak beraturan yaitu ngulit semangka, nggajih, sanak, keleng, ngintip dan lain-lain.
  • Pamor niru {meniru flora dan fauna}, diantaranya yaitu bulu ayam, lar gangsir, wijitimun, ganggeng kanyut, kembang pala, dan blarak ngirid.

Selain darai itu kita juga mengenal bentuk pamor dari seni teknik pembuatannya

  • Pamor mlummah terhadap bilah, Gambar pamor tebal-tebal dan melebar.
  • Pamor miring terhadap bilah, Gamar pamor merupakan garis-garis yang tipis bersusun, bersap-sap, dan biasanya sangat indah
  • Pamor kombinasi, aitu mlumah dan miring terhadap bilah

PAMOR LINUWIH

Baca Lengkap

Pamor Linuwih [istimewa]

ada beberapa pamor yang istimwea yaitu "

  • Pamor munggul, pamor kecil yang menunjol keluar dari bilah. Pamor munggul ini terjadi karena perbedaan kekerasan dan perbedaan titik lebur tiap unsur-unsur logam.
  • Pamor akadiat, yaitu pamor ang cemerlang [putih dan pada] karena pemanasan yang tepat pada unsur logam tertentu.
  • Pamor titipan, yaitu pamor kecil yang merupakan pamor lain atau tambahan pada pamor dasar.
  • Pamor tangkis, yaitu pamor ini disebut juga pamor tulak baya pamor yang berbed pada kedua permukaan bilahnya.
  • Pamor dwi warna atau tri-warna Pada pamor ini terdapat dua tau tiga macam pamor yang kontras pada tiap permukaan bilanya.
  • Pamor tambal, yaitu pamor yang seolah-olahditempelkan pada permukaan bilah.
  • Pamor simbar, yaitu pamor yang melilit kembang kacang.
  • Pamor aneh, yaitu pamor yang tidak umum ditemukan

Berdasarkan proses terjadi pamor juga dapa dibagi menjadi :


  1. Jwalana [tiban] yaitu pamor yang terjadi dengan sendirinya
  2. Arukarta [rekan] yaitu pamor yang terjadi dengan disengaja atau dirancang/direncanakan sebelumnya


Ada tiga jenis pamor yaitu "


  • Pamor meteorit. Pamor mengandung besi dan nikel berwarna putih keabu-abuan atau kuning [padat]
  • Pamor siderit, yaitu pamor yang mengandung besi saja dan berwarna hitam [kurang padat]
  • Pamor aerolit, yaiut pamor yang mengandung batu pamor berwarna seperti batu padas yang keras dan berpori

TOSAN AJI BENTENG KEBUDAYAAN

Baca Lengkap

TOSAN AJI BENTENG KEBUDAYAAN

Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara Republik Indonesia, antara lain dituliskan bahwa :

  • Nilai budaya Indonesia terus dibina dan dikembangkan guna memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa kesatuan nasional.
  • Tradisi dan peninggalan sejarah yang mempunyai nilai perjuangan bangsa, kebanggaan serta kemantapan nasional tetap dipelihara dan dibina untu memupuk, memperkaya, dan memberi corak pada kebudayaan nasional.
Dengan menggali, mendalami, menghayati serta menyebarluaskan seni budaya tosan aji, kita dapat mewarisi semangat yang terkandung didalamnya.
Tosan aji juga telah mempu mengobarkan semangat perjuangan para pemimpin dan pahlawan dalam mengusir penjajah dan menegakkan kebenaran.
Dengan mengenang kebearan sejarah, tosn aji dapat menggugah rasa cinta dan bangga terhadap Tanah Air, patriotisme, nasionlime dan idealisme demi suksesnya pembangunan nasional.
Suatu bukit kemakmuran negara adalah terangkatnya nilai seni budaya karena telah terpenuhinya kebutuhan primer rakyatnya. Keadaan yang makmur dapat menciptakan ketahanan sosial budaya guna menunjang pemantapan ketahanan nasional serta memperkokoh jiwa kesatuan nasional dalam melaksanakan cita-cita menuju masyarakat ang adil dan makmur.
Seni budaya tosan aji dan segala bentuk seni lainnya merupakan evolusi manusia untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Dengan demikian, budaya tosan aji sangat perlu dimasyarakatkan.

METEOR SEBAGAI PAMOR TOSAN AJI

Baca Lengkap

MTEOR SEBAGAI PAMOR TOSAN AJI

METEOR adalah benda angkasa yang jatuh ke bumi. Meteor akan habis terbakar akibat panas yang ditimbulkan dari pergeseran dengan atmosfer.
Hanya meteor besar yang tidak habis terbakar dan jatuh kebumi.
dari penyelidikan laboratorium diketahui bahwa pamor meteor antara lain mengandung Ti[titanium] yang mempunyai titik lebur sangat tinggi, hampir 2000 derajat Celsius.
Saat ini titanium banyak digunakan untukpeluru kendali, roket, pesawat luar angkasa, dan teknologi canggih lainnya.
Titanium juga merupakan unsur yang bersifat antikorosi, meringankan lobam paduan, dan mampu menambah kekuatan paduan logam, maka tosan aji yang menggunakan bahan pamor dari meteor akan menjadi sangat ringan, sangat tajam, dan tidak mudah rusak meskipun sudah sangat tua.
Membuat tosan aji dengan mengunakan bahan pamor meteor juga dianggap sebagai perkawinan sakral antara bapak angkasa [meteor] dan ibu Pratala[unsur bumi]. Dalam sebuah catatan perpustakaan Radyapustaka, Solo, diungkapkan bahwa pada tahun 1784 jatuh sebuah meteor didesa Prambanan, Yogyakarta.
Benda angkasa tersebut kemudian dibawa ke keraton Solo pada tahun 1866 atas perintah Rja Pakubuwana; kemudaian ditempatkan di Bandengan dalam keraton Kasunanan sebelah tmur dengan peringatan sengkala Mentri nembah sebdaning Ratu [tahun Alip 1793].
Beberapa meteor yang tercatat pernah ditemukan adalah

  • Pada tahun 1869 di desa Cabe Rembang Jawa Timur
  • Pada tahun 1883 didesa Kedung Putri, Ngawi
  • Pada tahun 1884 didesa Jatipengtolan, Madiun
  • Pada tahun 1919 didesa Joko Rembang.

Tosan aji yang mengandung pamor meteor biasanya sangat indah dan cemerlang, berkesan wingit dan berwibawa. Pamor meteor sangat padat, pori-porinya tidak tampak dan berwarna putih berkilat tetapi sejuk dan sangat ringan.